Rabu, 11 April 2012

Indonesia Bebas ber-Twitter

Anda memiliki sebuah akun Twitter? Jika Anda termasuk orang yang gemar berceloteh lewat situs mikrobloging yang memiliki simbol burung berkicau tersebut, maka bersiaplah mendapatkan kabar yang kurang sedap dari Twitter. Yah, belum lama ini Twitter telah mengumumkan teknologi terbarunya yang dapat melakukan sensor pesan di beberapa negara tertentu.
Dengan alasan menjaga nilai-nilai perbedaan tentang kebebasan berekspresi itulah yang melandasi Twitter memblokir satu pesan dari pengguna di satu negara. Dahulu, jika ada suatu negara yang merasa keberatan dengan satu pesan maka Twitter harus segera mencabut pesan tersebut dari jaringan, kini mekanismenya diganti dengan notifikasi kepada pengguna yang bersangkutan bahwa pesan mereka telah di blokir.
Beberapa contoh kasus yang membuat Twitter mengeluarkan kebijakan untuk melakukan sensor adalah maraknya isu anti-Nazi yang ditetapkan di beberapa negara seperti Jerman dan Perancis. Walaupun dalam hal ini Twitter berjanji untuk bersikap transparan dengan memberi tanda dan langsung memberitahukan kepada si pemilik akun perihal pesannya yang melanggar ketentuan, namun tetap saja bagi banyak kalangan ini merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi.
Mengapa Twitter dianggap berbahaya? Karena bersama dengan facebook, Twitter memerankan faktor kunci dalam kaitannya mengorganisir para demonstran terkait dengan Arab Spring serta kerusuhan London tahun 2011. Namun tetap kebijakan Twitter yang akan melakukan sensor terhadap penggunanya mendapat kecaman keras terutama dari kalangan LSM yang mendukung kebebasan berpendapat dan juga tentunya bagi pengguna Twitter itu sendiri.
lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah akan ada pemblokiran Twitter dari akun-akun yang dianggap vokal dalam menyuarakan aspirasinya?
Kemkominfo melalui Kepala Humas dan Pusat Informasinya, Gatot S Dewabroto mengatakan bahwa sensor tersebut tidak diberlakukan di Indonesia. "Sensor dapat saja diberlakukan jika pemerintah Indonesia mengirimkan permintaan ke pihak Twitter, namun hal tersebut tidak terdapat dalam agenda pemerintah Indonesia" Ucapnya saat ditanya mengenai kemungkinan sensor Twitter di Indonesia.
   
so.. sebagai warga negara yang baik kita jangan langsung menarik dan memperbincangkan masalah ini secara, diluar kuantitas yang seharusnya.. jadi.. stay cool aja.. toh! diindonesia juga isu sensor ini katanya gak masuk agenda pemerintah dan tidak ada tanda tanda bakal diberlakuin. tapi, kita juga harus jaga setiap mention mention yang memungkinkan hal ini benar benar jadi kenyataan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar